Tim Hibah Riset LPDP UGJ Bersama Perwakilan BUMDes Desa Sarwadadi Melakukan Banchmarking Ke Tiga Desa Wisata Berbasis Embung di Provinsi DIY

Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017 dengan konsep CBT (Community Based Tourism). Berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta. Memiliki jarak tempuh sekitar 25 KM dari kota Yogyakarta atau sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil. Mayoritas masyarakat di Desa Wisata Nglanggeran adalah petani, pekebun dan juga peternak. Keindahan bentang Alam serta keunikan Gunung Api Purba menjadi salah satu daya tarik di Desa Wisata Nglanggeran. Gunung Api Purba Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier (Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu.

“Koordinator Tim Riset Hibah PLDP UGJ dan Dosen Periset, Dedi Muhammad Siddiq, PhD menyampaikan bahwa diadakannya benchmarking untuk melakukan sebuah pemodelan terhadap side lokasi dimana pengelolaan embung itu sudah demikian berkembang, sudah maju dan sudah berdampak secara konkrit terhadap perekonomian masyarakat disana. Modeling ini penting untuk menjadi acuan yang bisa jadi dilakukan dan di adopsi untuk pengembangan Desa Wisata Sarwadadi yang secara georafis mempunyai kesamaan, yakni sama-sama di dataran tinggi dan mempunyai sebuah monumen embung,” Ungkap Dedi.

“Nur Cipta selaku perwakilan Desa Sarwadadi yang ikut dalam benchmarking mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat menginsirasi dengan kita melihat-lihat embung dan belajar disana kemudian kita bisa terapkan di Desa Sarwadadi yang notabene mempunyai embung seperti yang ada di Desa Wisata Nglanggeran. Konsep wisatanya ingin mengadopsi dari Desa Wisata Nglanggeran tersebut. Terkait hal-hal dan prasarana embung yang kita punya, kita masih banyak-banyak belajar dan ingin mendatangkan investor yang bisa meningkatkan dan mengembangkan embung yang ada di Desa Wisata Sarwadadi.  “Pihak-pihak terkait, seperti investor dan UGJ kami menyampaikan terimakasih karena sudah membantu kita dalam hal membuka mata kita bahwa wisata embung yang ada di Desa Sarwadadi itu perlu dikembangkan,” terang Nur.

Di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat 22 desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Penetapan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Cirebon pada tahun ini. Dikutip dari Suara Cirebon pada Rabu.

Salah satu dari 22 desa tersebut adalah Desa Sarwadadi yang berada di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan Desa Tarikolot, Kabupaten Kuningan di sisi selatan, Desa Cirebon Girang di sisi utara, Desa Sampiran di sisi timur dan Desa Kubang di sisi barat. Desa Sarwadadi mempunyai embung yang sudah dijadikan destinasi wisata tujuan yang hamparan pemandangannya terlihat Gunung Ciremai ketika cuaca sedang cerah.

Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017 dengan konsep CBT (Community Based Tourism). Berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta. Memiliki jarak tempuh sekitar 25 KM dari kota Yogyakarta atau sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil. Mayoritas masyarakat di Desa Wisata Nglanggeran adalah petani, pekebun dan juga peternak. Keindahan bentang Alam serta keunikan Gunung Api Purba menjadi salah satu daya tarik di Desa Wisata Nglanggeran. Gunung Api Purba Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier (Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu.

“Koordinator Tim Riset Hibah PLDP UGJ dan Dosen Periset, Dedi Muhammad Siddiq, PhD menyampaikan bahwa diadakannya benchmarking untuk melakukan sebuah pemodelan terhadap side lokasi dimana pengelolaan embung itu sudah demikian berkembang, sudah maju dan sudah berdampak secara konkrit terhadap perekonomian masyarakat disana. Modeling ini penting untuk menjadi acuan yang bisa jadi dilakukan dan di adopsi untuk pengembangan Desa Wisata Sarwadadi yang secara georafis mempunyai kesamaan, yakni sama-sama di dataran tinggi dan mempunyai sebuah monumen embung,” Ungkap Dedi.

“Nur Cipta selaku perwakilan Desa Sarwadadi yang ikut dalam benchmarking mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat menginsirasi dengan kita melihat-lihat embung dan belajar disana kemudian kita bisa terapkan di Desa Sarwadadi yang notabene mempunyai embung seperti yang ada di Desa Wisata Nglanggeran. Konsep wisatanya ingin mengadopsi dari Desa Wisata Nglanggeran tersebut. Terkait hal-hal dan prasarana embung yang kita punya, kita masih banyak-banyak belajar dan ingin mendatangkan investor yang bisa meningkatkan dan mengembangkan embung yang ada di Desa Wisata Sarwadadi.  “Pihak-pihak terkait, seperti investor dan UGJ kami menyampaikan terimakasih karena sudah membantu kita dalam hal membuka mata kita bahwa wisata embung yang ada di Desa Sarwadadi itu perlu dikembangkan,” terang Nur.

Di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat 22 desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Penetapan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Cirebon pada tahun ini. Dikutip dari Suara Cirebon pada Rabu.

Salah satu dari 22 desa tersebut adalah Desa Sarwadadi yang berada di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan Desa Tarikolot, Kabupaten Kuningan di sisi selatan, Desa Cirebon Girang di sisi utara, Desa Sampiran di sisi timur dan Desa Kubang di sisi barat. Desa Sarwadadi mempunyai embung yang sudah dijadikan destinasi wisata tujuan yang hamparan pemandangannya terlihat Gunung Ciremai ketika cuaca sedang cerah.

Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017 dengan konsep CBT (Community Based Tourism). Berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta. Memiliki jarak tempuh sekitar 25 KM dari kota Yogyakarta atau sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil. Mayoritas masyarakat di Desa Wisata Nglanggeran adalah petani, pekebun dan juga peternak. Keindahan bentang Alam serta keunikan Gunung Api Purba menjadi salah satu daya tarik di Desa Wisata Nglanggeran. Gunung Api Purba Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier (Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu.

“Koordinator Tim Riset Hibah PLDP UGJ dan Dosen Periset, Dedi Muhammad Siddiq, PhD menyampaikan bahwa diadakannya benchmarking untuk melakukan sebuah pemodelan terhadap side lokasi dimana pengelolaan embung itu sudah demikian berkembang, sudah maju dan sudah berdampak secara konkrit terhadap perekonomian masyarakat disana. Modeling ini penting untuk menjadi acuan yang bisa jadi dilakukan dan di adopsi untuk pengembangan Desa Wisata Sarwadadi yang secara georafis mempunyai kesamaan, yakni sama-sama di dataran tinggi dan mempunyai sebuah monumen embung,” Ungkap Dedi.

“Nur Cipta selaku perwakilan Desa Sarwadadi yang ikut dalam benchmarking mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat menginsirasi dengan kita melihat-lihat embung dan belajar disana kemudian kita bisa terapkan di Desa Sarwadadi yang notabene mempunyai embung seperti yang ada di Desa Wisata Nglanggeran. Konsep wisatanya ingin mengadopsi dari Desa Wisata Nglanggeran tersebut. Terkait hal-hal dan prasarana embung yang kita punya, kita masih banyak-banyak belajar dan ingin mendatangkan investor yang bisa meningkatkan dan mengembangkan embung yang ada di Desa Wisata Sarwadadi.  “Pihak-pihak terkait, seperti investor dan UGJ kami menyampaikan terimakasih karena sudah membantu kita dalam hal membuka mata kita bahwa wisata embung yang ada di Desa Sarwadadi itu perlu dikembangkan,” terang Nur.

Di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat 22 desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Penetapan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Cirebon pada tahun ini. Dikutip dari Suara Cirebon pada Rabu.

Salah satu dari 22 desa tersebut adalah Desa Sarwadadi yang berada di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan Desa Tarikolot, Kabupaten Kuningan di sisi selatan, Desa Cirebon Girang di sisi utara, Desa Sampiran di sisi timur dan Desa Kubang di sisi barat. Desa Sarwadadi mempunyai embung yang sudah dijadikan destinasi wisata tujuan yang hamparan pemandangannya terlihat Gunung Ciremai ketika cuaca sedang cerah.