Lembaga Penelitian UGJ adakan FGD Pengelolaan Jurnal guna optimalisasi Akreditasi Tahun 2023

Cirebon – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) melalui Lembaga Penelitian UGJ menggelar kegiatan FGD Pengelolaan Jurnal guna meningkatkan kualitas dan persiapan akreditasi ke depan. FGD ini digelar sebagai wadah diskusi atas problematika yang di hadapi oleh para pengelola jurnal dalam menjalankan sistem yang ada untuk saat ini.

Kegiatan yang dilaksanakan Pada Hari Kamis, 24 November 2022 di Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon ini bertempat di ruang rapat lantai 3 Kampus I UGJ. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh 18 orang Chief in editor/mewakili dari 24 jurnal ilmiah yang ada di Universitas Swadaya Gunung Jati.

FGD dipimpin langsung oleh Kabid Publikasi dan Jurnal, Ida Setya Wahyu Admaja, SP, M.Si, dengan sambutan disampaikan oleh PlH Kepala Lembaga Penelitian Dedi Muhammad Siddiq, SHI., MA., MDP., PGDip., PhD.  Dalam sambutannya, lulusan S3 Macquarie University Sydney ini menyampaikan bahwa kita harus bersama-sama mengupayakan solusi yang terbaik dari setiap problemaika yang muncul demi percepatan kinerja publikasi agar ada peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan jurnal di UGJ. Karena jurnal merupakan salah satu gerbang dalam melakukan publikasi bagi dosen di UGJ maupun bagi eksternal. “Hal ini sejalan dengan upaya Visi UGJ dalam mencapai kampus Riset Unggulan” ungkapnya.

Dalam inti acara FGD, paparan pertama disampaikan oleh Kabid Publikasi dan Jurnal Lemlit. Dalam paparannya, perempuan kelahiran Jombang ini menyampaikan problematika secara umum yang muncul saat ini dalam pengelolaan OJS versi lama, sehingga masih banyak kendala yang muncul. Dosen Prodi Agroteknologo Fakultas Pertanian UGJ ini berharap, ke depan semua jurnal bisa beralih pada versi terbaru agar lebih optimal.

Dalam sesi selanjutnya, terjadi diskusi yang sangat intensif. Semua perwakilan jurnal menyampaikan problem yang dihadapi saat ini. Problem-problem tersebut selanjutnya didiskusikan secara bersama. Salah satu akar masalah dari semua problem yang disampaikan di atas, menurut tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UGJ yang hadir dalam acara tersebut, diakibatkan Google menarik SNTP (fitur utk menarik email) yang free dan diganti dengan ketentuan SNTP yang berbayar. Solusi lain, ke depan Open Journal System (OJS) dari jurnal di atas akan dikonversi dari OJS 2,48 ke OJS 3 agar semua business process dari semua jurnal berjalan lancar.

Hasil dari diskusi ini disimpulkan oleh PlH. Kepala Lemlit bahwasanya tim PIC Jurnal, TIK dan Lemlit harus bersama-sama berusaha mengoptimlisasikan kinerja semuanya agar semua permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara cepat. Selain itu, dosen Magister Manajemen Pascasarjana UGJ dan Prodi Manajemen FEB UGJ menekankan pentingnya suport dari pimpinan kampus terkait kebijakan peningkatan pendanaan dan SDM yang cukup untuk menciptakan suport system jurnal yang lebih optimal.

Oleh : Saian Badaruddin, M.Pd